5 Cara Menghitung HPP Makanan 100% Akurat 2024


Uinsuka.ac.id – Sebagai pebisnis dalam bidang kuliner, tentunya harus paham bagaimana cara menghitung HPP makanan. HPP (Harga Pokok Penjualan) merupakan keseluruhan dana yang dikeluarkan perusahaan untuk memproduksi beragam produk kuliner, baik itu makanan ataupun minuman.

Komponen ini wajib dicantumkan dalam sebuah laporan keuangan perusahaan sehingga memang penting. Biasanya dijadikan sebagai acuan untuk menentukan harga jual, mengetahui realisasi biaya produksi, efisiensi dalam proses produksi, memperkirakan laba rugi, dan lainnya.

Perhitungannya sendiri bisa dibilang cukup sederhana untuk dilakukan. Meskipun begitu, masih banyak pelaku bisnis yang kesulitan untuk menghitungnya. Jika kamu mengalami hal sama untuk perhitungannya, simak ulasan di bawah ini.

Memahami Pengertian HPP (Harga Pokok Penjualan)

Sebelum memasuki pembahasan cara menghitung HPP makanan, pahami dulu pengertian HPP itu sendiri. HPP adalah biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan untuk menghasilkan suatu produk maupun jasa.

Perusahaan diharuskan mampu untuk menentukan HPP dari produk yang disediakan untuk memperhitungkan laba. HPP diatur secara khusus supaya bisa sesuai target pasar dan produknya dapat diterima masyarakat luas.

Meskipun sederhana, jika salah dalam menentukannya maka kemungkinan bisa rugi atau bahkan bangkrut. Hal ini karena seluruh biaya yang ada dalam komponen ini berkaitan dengan produk khusus yang disediakan perusahaan. Misalnya saja biaya produksi, impor, assembly, dan lain sebagainya.

Sementara itu, biaya yang tidak berkaitan secara langsung tidak bisa dimasukkan ke dalam harga pokok penjualan. Maka dari itu, komponen ini juga bertujuan agar perusahaan bisa memahami secara lebih jelas terkait biaya dari beberapa produk yang dijual.

Baca Juga:  5 Cara Menghitung Weton Jawa: Makna dan Tafsiran

Struktur dalam Harga Pokok Penjualan

Perlu diketahui, harga pokok penjualan memiliki beberapa struktur penting yang tersusun di dalamnya. Berikut ini adalah beberapa struktur yang ada dalam sebuah HPP makanan di bidang kuliner:

1. Inventory atau Persediaan Barang

Struktur yang pertama adalah persediaan barang atau inventory. Persediaan barang adalah sebuah struktur yang menunjukkan HPP yang ada dalam persediaan dan sudah siap untuk dijual.

Persediaan barang terbagi dalam dua jenis, yaitu persediaan awal barang dan persediaan akhir barang. Sebagian orang biasa menyebut struktur persediaan barang ini sebagai saldo barang dalam perusahaan.

2. Direct Labour Cost atau Tenaga Kerja Langsung

Direct labour cost atau tenaga kerja langsung adalah biaya yang diberikan perusahaan kepada karyawan yang sudah berjasa dalam menghasilkan produk. Perhitungan anggaran untuk tenaga kerja langsung dapat mempengaruhi biaya lain, termasuk bahan baku.

3. Overhead Cost atau Biaya Overhead

Biaya overhead merupakan keseluruhan biaya yang dibebankan kepada perusahaan, tetapi tidak berkaitan secara langsung dengan kegiatan produksi. Meski begitu, masih tetap harus dianggarkan untuk menunjang operasional perusahaan.

Hal ini karena tanpa adanya overhead cost, perusahaan tidak akan bisa berjalan dengan lancar. Biaya ini biasanya akan dikelompokkan sendiri sehingga akan memudahkan dalam perencanaan anggaran.

Cara Menghitung HPP Makanan yang Paling Sederhana

Perhitungan HPP dilakukan untuk mengetahui harga pokok produksi dari makanan atau minuman yang dijual. Selain itu, perhitungan ini dibutuhkan untuk menyusun sebuah laporan untung dan rugi di suatu perusahaan.

Setidaknya, ada 4 langkah penting yang bisa diikuti dengan mudah, yaitu seperti berikut ini:

1. Menghitung Biaya Bahan Baku

Biaya bahan baku merupakan sejumlah biaya untuk membeli berbagai bahan untuk keperluan pembuatan produk makanan. Jenis biaya yang satu ini harus ditulis secara detail supaya bisa mengetahui jumlah biaya selama periode tertentu.

Adapun rumus yang dapat digunakan untuk menghitung harga pokok penjualan makanan yaitu:

Baca Juga:  3 Cara Menghitung THR Karyawan Tetap, Kontrak, Baru

Bahan Baku Makanan = (Saldo Awal Bahan Baku + Pembelian Bahan Baku) – Saldo Akhir Bahan Baku

2. Menghitung Biaya Produksi

Jika ingin mengetahui jumlah HPP makanan, pastinya juga harus tahu cara menghitung biaya produksi. Caranya tak kalah mudah, kamu bisa menjumlahkan semua pengeluaran yang dibutuhkan dalam kegiatan produksi.

Rumus singkatnya yang dapat dijadikan sebagai bahan acuan yaitu:

Jumlah Biaya Produksi = Bahan Baku Produksi + Biaya Tenaga Kerja Langsung + Biaya Overhead Produksi

3. Menentukan Harga Pokok Produksi

Cara menghitung HPP makanan dapat dilakukan dengan menjumlahkan biaya pokok dalam produksi dan saldo awal persediaan barang. Jika sudah, maka hasilnya bisa dikurangi langsung dengan saldo akhir dalam persediaan barang.

Berikut ini adalah rumus yang paling mudah untuk dicoba dalam menentukan harga pokok produksi:

Harga Pokok Produksi = (Jumlah Biaya Produksi + Saldo Awal Persediaan Barang) – Saldo Akhir Persediaan Barang.

4. Menghitung Harga Pokok Penjualan (HPP)

Jika sudah menghitung beberapa komponen dalam HPP, kamu bisa menghitung jumlah dari HPP itu sendiri. Rumus dapat digunakan untuk menghitung HPP makanan secara mudah yaitu seperti berikut ini:

HPP = (Harga Pokok Produksi + Persediaan Barang Awal) – Persediaan Barang Akhir

5. Contoh dalam Perhitungan HPP Makanan

Setelah mengetahui cara menghitung HPP makanan, kali ini akan dibagikan contohnya. Contoh ini akan semakin memudahkan kamu dalam memahami materi yang sudah dijelaskan sebelumnya.

Modal awal yang diperlukan dalam membuat satu porsi sate kambing adalah Rp25.000. Restoran tersebut diperkirakan mempunyai persediaan awal mencapai 30 porsi. Jumlah modal yang diperlukan untuk persediaan awal kali ini yaitu 30 x Rp25.000 = Rp750.000 (persediaan awal).

Sedangkan untuk dua minggu berikutnya, restoran tersebut menyiapkan menu sebanyak 200 porsi. Jadi untuk perhitungannya yaitu 200 x Rp25.000 = Rp5.000.000 (pembeliaan persediaan barang).

Setelah melakukan perhitungan, ternyata masih tersedia 8 porsi untuk persediaan akhir satu. Nilainya berarti 8 x Rp25.000 = Rp200.000 (persediaan akhir barang).

Supaya lebih jelas, rumus perhitungan HPP yang digunakan adalah sebagai berikut:

  • HPP Makanan = (Persediaan Awal + Pembelian Bersih) – Persediaan Akhir
  • =Rp750.000 + Rp5.000.000 – Rp200.000
  • =Rp5.450.000
Baca Juga:  5 Cara Menghitung Kebutuhan Keramik dan Contoh

Berdasarkan perhitungan yang dilakukan, maka HPP makanan dari restoran tersebut adalah sebesar Rp5.450.000.

Tips Menarik untuk Menentukan HPP (Harga Pokok Penjualan)

Perhitungan HPP makanan memang sangat mudah, namun ternyata masih banyak yang salah. Maka dari itu, kamu harus mengetahui beberapa tips menarik dalam menentukan HPP. Inilah beberapa tips mudah yang bisa dicoba untuk dalam menentukan harga pokok penjualan makanan:

1. Mengetahui Harga Pokok Penjualan Sebenarnya

Sistem yang digunakan untuk menentukan Harga Pokok Penjualan adalah sistem sebenarnya. Untuk sistem harga ini merupakan sistem yang digunakan berdasarkan beban biaya yang sebenarnya.

Penentuan Harga menggunakan sistem seperti ini memiliki sifat yang sangat fleksibel. Jika harga bahan produksi sedang naik, maka untuk biaya produksinya juga akan mengalami kenaikan.

Mungkin tidak berbeda jauh dengan perubahan biaya dalam overhead tenaga kerja ataupun pabrik. Pembiayaan ini berhubungan dengan kondisi lingkungan yang turut memberikan dampak dalam proses produksi.

2. Menentukan Harga Pokok Penjualan di Awal

Selain harga sesungguhnya, biaya yang dikeluarkan perusahaan juga harus ditentukan sejak awal. Sistem ini bisa dibilang hampir sama dengan sistem harga yang sesungguhnya. Ini karena memang keduanya mencakup komponen penting dalam HPP, yakni biaya bahan baku, tenaga kerja dan lain sebagainya.

Namun, kedua sistem tersebut juga memiliki perbedaan yang harus dipahami dengan baik. Perbedaannya ada pada harga yang ditentukan di muka atau sejak awal. Jika cara ini diterapkan dalam perusahaan, kemungkinan besar akan meminimalisir terjadinya resiko yang berdampak pada kerugian.

Cara menghitung HPP makanan memang sangat mudah untuk dilakukan secara manual. Setiap pebisnis yang bergerak dalam bidang kuliner diharuskan untuk memahami caranya. Hal ini karena banyak sekali manfaatnya, terutama untuk menentukan harga produk yang disediakan.

Baca Juga: