4 Cara Menghitung Kebutuhan Cairan dalam Tubuh 2024

Uinsuka.ac.id – Perlu kamu ketahui, setiap orang memiliki kebutuhan cairan yang berbeda-beda. Oleh sebab itu, cara menghitung kebutuhan cairan dalam tubuh penting untuk dipahami dan diterapkan. Dengan begitu, manusia tidak akan rentan mengalami dehidrasi karena kebutuhan cairan yang kurang optimal.

Mengapa kebutuhan cairan tiap orang berbeda-beda? Hal ini bergantung pada jenis kelamin, aktivitas yang dilakukan, usia, berat badan, dan tinggi badan. Umumnya orang yang memiliki aktivitas padat di lapangan akan membutuhkan cairan lebih banyak daripada mereka yang beraktivitas dalam ruangan.

Rumus menghitung kebutuhan cairan anak dan orang dewasa penting untuk dilakukan. Kamu bisa menggunakan rumus Watson dan Holliday Segar. World Health Organization (WHO) dan IDAI juga memiliki rekomendasi sendiri untuk memenuhi kebutuhan cairan manusia sesuai rentang usianya.

Cara Menghitung Kebutuhan Cairan Manusia

Banyak orang yang masih meremehkan tentang manfaat menghitung kebutuhan cairan tubuh, sehingga tanpa disengaja sering mengalami dehidrasi, bibir kering, dan risiko lainnya. Dengan menghitung kebutuhan cairan tubuh, kesehatan badanmu akan selalu terjaga dengan baik.

1. Rumus Watson

Pernah dengar sebelumnya mengenai rumus Watson? Saat menggunakan rumus Watson, kamu perlu mengetahui tinggi badan, berat badan, usia, dan jenis kelamin. Rumus Watson untuk menghitung kebutuhan cairan pria adalah sebagai berikut.

2,447 – (0,09145 x usia) + (0,1074 x tinggi dalam cm) + (0,3362 x berat badan kg) = Berat Total Tubuh (TBW) dalam liter.

Bagi wanita yang ingin mengetahui kebutuhan cairan tubuhnya juga bisa menggunakan rumus Watson. Seperti yang kamu ketahui, aktivitas yang dilakukan oleh pria dan wanita terkadang relatif berbeda, sehingga dari segi perhitungannya bisa menggunakan pola sebagai berikut.

Baca Juga:  3 Cara Menghitung Penghasilan Kena Pajak di Indonesia

-2.097 + (0.1069 x tinggi dalam cm) + (0,2466 x berat badan dalam kg) = Berat Total Tubuh (TBW) dalam liter.

2. Rumus Holliday Segar

Rumus kebutuhan cairan satu ini membutuhkan preferensi berat badan akurat. Tidak ada rumus khusus yang perlu digunakan untuk menghitung kebutuhan cairan. Kamu hanya perlu perhatikan kebutuhan cairan tubuh sesuai dengan berat badan yang dimiliki.

  • 10 kilogram pertama membutuhkan asupan air sebanyak 10 liter.
  • 10 kilogram kedua membutuhkan asupan cairan 500 mililiter air.
  • Tiap kilogram sisanya membutuhkan sekitar 20 mililiter air.

Misalnya kamu memiliki berat badan sekitar 55 kg, maka 10 kg pertama membutuhkan asupan cairan 1 liter. 10 kg kedua membutuhkan 500 ml, sedangkan 35 kg berikutnya membutuhkan cairan sebanyak 700 ml, sehingga jumlah total harian kebutuhan cairan 2,2 liter.

3. World Health Organization (WHO)

Cara menghitung kebutuhan cairan tidak selamanya ribet, bahkan WHO mematok kebutuhan cairan dalam tubuh berdasarkan jenis kelamin. Bagi pria, cairan yang dibutuhkan per hari sekitar 3,7 liter, sedangkan wanita membutuhkan cairan sebanyak 2,7 liter per harinya.

Untuk menunjang kesehatan organ tubuh khususnya ginjal, kamu perlu memenuhi kebutuhan cairan dengan baik. Dehidrasi bisa berakibat fatal bagi kesehatan tubuh, bahkan WHO sangat merekomendasikan untuk mengonsumsi air putih dalam memenuhi kebutuhan cairannya.

4. Kebutuhan Cairan Menurut IDAI

Memenuhi asupan cairan setiap harinya merupakan hal yang sangat penting. Tujuannya agar kamu bisa menjalankan aktivitas harian dan meningkatkan fokus. Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menjelaskan bahwasannya kebutuhan cairan anak sesuai rentang usia sebagai berikut.

  • Bayi berusia 0-6 bulan membutuhkan 700 ml air per hari.
  • Bayi berusia sekitar 7-12 bulan membutuhkan 800 ml air per hari.
  • Anak-anak berusia 1-3 tahun butuh 1300 ml air per hari.
  • Anak-anak berusia 4-8 tahun butuh 1700 ml air per hari.
  • Anak laki-laki berusia 9-13 tahun butuh 2400 ml air per hari.
  • Anak perempuan usia 9-13 tahun butuh 2100 ml air per hari.
  • Anak laki-laki berusia 14-18 tahun butuh 3300 ml air per hari.
  • Anak perempuan berusia 14-18 tahun butuh 2300 air per hari.
Baca Juga:  4 Cara Menghitung Bunga Tabungan dan Contoh 2024

Faktor yang Mempengaruhi Kebutuhan Cairan Harian

Mungkin masih ada yang bingung, mengapa jumlah asupan cairan tubuh tiap orang berbeda-beda? Jika diamati dari penjelasan rumus di atas, ada beberapa faktor yang mempengaruhinya. Beberapa faktor yang sering dibahas seperti berat badan, jenis kelamin, usia, dan masih banyak lagi.

1. Aktivitas Harian

Seberapa banyak cairan tubuh yang kamu butuhkan sangat bergantung pada aktivitas yang sudah dilakukan setiap harinya. Tubuh yang selalu bergerak aktif umumnya akan membutuhkan jumlah cairan lebih banyak, sehingga rentan mengalami dehidrasi pada waktu tertentu.

Apalagi saat aktivitas fisik mengeluarkan keringat berlebih, maka otomatis perlu lebih banyak asupan nutrisi yang harus ditambahkan ke dalam tubuh. Beberapa aktivitas fisik yang banyak menyerap tenaga misalnya olahraga, kuli bangunan, dan aktivitas lapang lainnya.

2. Hamil dan Menyusui

Sudah tahu kan cara menghitung kebutuhan cairan? Selain aktivitas harian, faktor lain yang mempengaruhi kebutuhan cairan meningkat seperti hamil dan menyusui. Pada fase itu wanita sangat rentan dehidrasi dan lelah, sehingga asupan cairannya perlu diperbanyak.

Hal ini diperkuat oleh The Institute of Medicine, dimana wanita hamil dianjurkan untuk minum air kurang lebih 10 gelas setiap harinya. Sementara bagi wanita yang masih menyusui, dianjurkan untuk minum air sebanyak 13 gelas setiap harinya.

3. Lingkungan

Mengapa lingkungan bisa mempengaruhi kebutuhan cairan dalam tubuh seseorang? Hal ini sangat berkaitan dengan aliran metabolisme dan hormon yang ada dalam tubuh. Misal saat kamu berada dalam lingkungan lembab, otomatis akan membuat tubuh memerlukan asupan cairan lebih banyak.

Baca Juga:  7 Cara Menghitung Diskon di Excel dan Contoh 2024

Bagi kamu yang hobi mendaki gunung dan berada pada ketinggian sekitar 2.500 meter, maka perlu tahu bahwa aktivitas bisa menghilangkan cairan dalam tubuh. Cairan bisa berkurang karena meningkatnya aktivitas jantung serta pernafasan selama proses pendakian berlangsung.

Seseorang yang baru pertama kali mendaki umumnya akan merasa pusing karena dehidrasi, oleh sebab itu cairan sangat dibutuhkan tiap jamnya. Seperti itulah kasus yang mengindikasikan bahwa banyak sedikitnya jumlah cairan dalam tubuh sangat dipengaruhi oleh lingkungan sekitar.

4. Kondisi Medis

Ketika kamu dalam kondisi sakit, tubuh biasanya memerlukan asupan air ekstra untuk membantu dalam meningkatkan daya tahan tubuh. Cairan tubuh akan semakin berkurang apabila seseorang sedang mengalami demam, muntah, dan diare yang berkepanjangan.

Kondisi kesehatan yang sedang terganggu akan membuat seseorang mengalami dehidrasi bahkan mengalami peristiwa syok hipovolemik. Kamu perlu banyak minum untuk menggantikan cairan tubuh yang hilang serta menstabilkan daya tahan tubuh agar kembali normal.

Meskipun begitu, masih saja banyak orang yang meremehkan akan pentingnya khasiat cairan dalam tubuh. Dokter juga merekomendasikan untuk mengonsumsi air putih untuk memenuhi kebutuhan cairan, bukan minuman manis yang bisa memicu munculnya penyakit diabetes akut.

Setelah mengetahui cara menghitung kebutuhan cairan, diharapkan lebih banyak orang yang peka untuk menjaga kesehatan tubuhnya. Cairan tubuh yang terpenuhi tentunya bisa menghadirkan banyak manfaat, selain itu juga membantu menghindarkan seseorang dari potensi penyakit ginjal.

Baca Juga: