5 Cara Menghitung Kebutuhan Keramik dan Contoh


Uinsuka.ac.id – Keramik sudah menjadi material yang banyak digunakan untuk melapisi bagian permukaan lantai. Jika ingin mengganti atau memasang keramik yang baru, sebaiknya ketahui cara menghitung kebutuhan keramik.

Namun bagi orang awam, perhitungan kebutuhan keramik bangunan ini mungkin sangat membingungkan. Terlebih jika sampai salah, tentu hasilnya tidak akan sesuai karena bisa saja kurang atau bahkan berlebihan.

Tak perlu khawatir, kali ini akan dibahas mengenai tahapan caranya secara lengkap dan jelas. Perhitungan ini juga akurat sehingga kamu bisa mendapatkan keramik sesuai dengan kebutuhan dan budget yang dimiliki.

Tahapan Cara Menghitung Kebutuhan Keramik

Jika ingin mencoba cara dalam perhitungan kebutuhan keramik, ada beberapa hal penting yang harus dipersiapkan. Kamu harus menentukan ukuran luas yang ingin dipasangi keramik, baik lantai maupun dinding.

Gambar juga secara rinci untuk memudahkan kamu dalam perhitungan kebutuhan keramik. Sedangkan untuk tahapan caranya adalah sebagai berikut ini:

1. Menghitung Ukuran Lantai

Tahapan pertama yang perlu dilakukan dalam cara menghitung kebutuhan keramik yaitu mengetahui ukuran lantai ruangan. Lantai yang dimaksud tentu yang akan ditutup dengan material berupa keramik ini. Dalam hal ini, bisa memanfaatkan rumus matematika jika ingin melakukan perhitungan yang akurat.

Misalnya saja ruangan yang memiliki bentuk persegi panjang, maka untuk perhitungan luasnya yaitu mengalikan ukuran panjang dan lebar. Rumusnya jika dituliskan menjadi seperti ini L = P x L.

Lalu, bagaimana jika bentuk ruangan yang akan di keramik tidak beraturan? Jika dalam kondisi seperti ini, perhitungannya bisa disesuaikan dengan bentuk ruangan. Kamu bisa membagi ruangan tersebut dalam beberapa bagian sehingga setiap bagian mempunyai bentuk geometri.

Baca Juga:  2 Cara Menghitung Current Ratio, Rumus, Contoh

2. Menghitung Luas Keramik untuk Satu Dus

Jika sudah menghitung luas lantai yang ingin dipasangi keramik, kamu bisa menghitung luas keramik dalam setiap dus. Keramik yang dijual di pasaran umumnya tersedia dalam berbagai macam bentuk dan ukuran.

Material keramik yang paling sering digunakan oleh sebagian orang adalah keramik persegi. Meski begitu, tak jarang juga yang menggunakan keramik bangunan dengan bentuk persegi panjang. Menariknya lagi, kamu bisa memesan bentuk lain seperti belah ketupat, segitiga, dan lain sebagainya.

Apapun itu bentuk dan ukurannya, material keramik umumnya dijual dalam bentuk per dus. Setiap dus memiliki isi atau jumlah keramik yang berbeda karena menyesuaikan ukurannya.

Sebagai pedoman, berikut ini akan dibagikan standar jumlah material keramik dan ukurannya setiap dus:

  • 20×20 cm berisi 25 buah
  • 25×25 cm berisi 16 buah
  • 30×30 cm berisi 11 buah
  • 32,5×32,5 cm berisi 9 buah
  • 33×33 cm berisi 9 buah
  • 40×40 cm berisi 6 buah
  • 45×45 cm berisi 5 buah
  • 50×50 cm berisi 5 buah
  • 60×60 cm berisi 3 buah
  • 80×80 cm berisi 3 buah
  • 100×100 cm berisi 3 buah

Untuk mengetahui luas dari jumlah keramik dalam dus, kamu bisa konversikan dalam satuan cm keramik menjadi meter. Jika sudah dikonversikan maka bisa dibagi secara langsung dengan angka 100. Selanjutnya tinggal dikalikan dengan jumlah keramik yang ada dalam satu dus.

3. Menghitung Kebutuhan Keramik Ruangan

Cara terakhir yang bisa dilakukan dalam perhitungan keramik yaitu mengalikan luas lantai bangunan dengan keramik. Hasil yang didapatkan akan menunjukkan mengenai jumlah kebutuhan keramik dalam satu dus.

Dalam hal ini, ada sebuah rumus yang bisa digunakan seperti berikut ini:

Jumlah Keramik Bangunan = Luas Bidang Lantai : Luas Keping Keramik

4. Menambahkan 5% untuk Cadangan

Jika misalnya sudah melakukan perhitungan, sangat disarankan untuk menyiapkan keramik cadangan. Tujuan dari penyiapan keramik cadangan ini tak lain hanya untuk berjaga-jaga jika ternyata jumlahnya kurang.

Sebagian orang yang sudah mencoba cara ini selalu menyiapkan 5% dari jumlah keramik yang diperlukan. Seperti misalnya, untuk kebutuhan keramik ruang tamu atau dapur yang membutuhkan sekitar 5 buah keramik.

Baca Juga:  5 Cara Menghitung Fungsi Permintaan dan Contoh Soal

Memang untuk antisipasi karena dalam pemasangan keramik seringkali terjadi kesalahan atau bahkan pecah. Dengan begitu, kamu sudah tidak perlu lagi membeli keramik tambahan di toko bangunan dengan model sama.

Contoh Menghitung Kebutuhan Keramik

Selanjutnya akan diberikan contoh perhitungan supaya kamu lebih memahami cara menghitung kebutuhan keramik. Berikut ini adalah contoh analisanya yang mungkin bisa dijadikan sebagai gambaran:

Luas ruangan bangunan yang ingin ditutup keramik mempunyai ukuran 7×7 m. Material keramik yang digunakan mempunyai ukuran 30×30 yang berjumlah 25 buah dalam setiap dusnya. Untuk perhitungannya yaitu sebagai berikut:

  • Luas ukuran lantai bangunan: 7×7 m = 49 m2
  • Mengubah ukuran keramik bangunan: 30 cm = 0,30 cm
  • Luas keramik bangunan: 0,30 x 0,30 x 25 buah = 2,25 m2
  • Kebutuhan keramik bangunan: 49 m2 x 2,45 m2 = 110,25 dus yang dibulatkan menjadi 111 dus.

Memilih Jenis Keramik Bangunan Sesuai Kebutuhan

Sudah disinggung bahwa keramik yang dijual di pasaran tersedia dalam berbagai jenis dan ukuran. Maka dari itu, sebaiknya ketahui terlebih dahulu mengenai berbagai jenis keramik sesuai kebutuhan bangunan.

1. Keramik Biasa

Sesuai namanya, keramik biasa tidak memiliki keistimewaan sama sekali di dalamnya. Meski begitu, keramik ini merupakan yang paling banyak diminati di pasaran dibandingkan jenis keramik yang lainnya.

Salah satu alasannya karena harga yang ditawarkan mungkin jauh lebih ekonomis untuk berbagai kalangan. Biasanya diaplikasikan pada ruang tamu dan tersedia dalam ukuran mulai dari 20×20 cm sampai 80×80 cm.

Sedangkan untuk warna yang dimiliki sangat terbatas, yaitu hanya tersedia dalam warna-warna netral. Teksturnya lumayan licin sehingga tidak direkomendasikan bagi penghuni rumah yang lanjut usia.

2. Keramik Teraso

Keramik teraso adalah salah satu jenis keramik yang dibuat dari campuran semen, pecahan marmer, pasir, dan tegel. Karakteristik dari keramik teraso ada pada coraknya yang unik sehingga menciptakan kesan estetik.

Baca Juga:  4 Cara Menghitung Rasio Likuiditas Manual dan via Aplikasi

Jenis keramik yang satu ini sebenarnya sudah populer untuk diaplikasikan pada rumah-rumah zaman dulu. Namun, keindahan yang dimiliki tak pernah lekang oleh waktu dan cocok digunakan untuk rumah model kekinian.

3. Keramik Pavers Unglazed

Keramik pavers unglazed juga biasa disebut dengan saltillo. Jenis keramik ini tak kalah unik dengan teraso karena dibuat dengan tangan (handmade). Inilah yang menjadi salah satu alasan kenapa keramik pavers unglazed memiliki ukuran yang tak seragam.

Bentuk dan motifnya yang beragam justru membuatnya banyak dijadikan sebagai incaran. Sedangkan untuk pengaplikasiannya pada bangunan sangat bebas karena dapat disesuaikan dengan kebutuhan. Meski begitu, pengaplikasiannya akan lebih cocok untuk di luar ruangan seperti teras rumah.

4. Keramik Kuadrat

Jenis keramik terakhir yang bisa dipilih untuk hunian rumah adalah keramik kudrat. Keramik ini terbuat dari bahan dasar berupa tanah liat yang dipanaskan selama beberapa waktu dalam suhu tinggi.

Bahan dasar itulah yang membuatnya sangat kuat dan awet sehingga tahan lama. Selain itu, keramik kuadrat juga mampu mengurangi porositas. Kamu bisa mengaplikasikannya pada lantai yang ada di teras rumah maupun indoor.

Cara menghitung kebutuhan keramik ini perlu diterapkan sebelum melakukan pembelian. Jika perhitunganya tepat, kamu bisa mendapatkan keramik sesuai dengan kebutuhan bangunan. Bahkan, terhindar dari yang namanya kurang atau kelebihan yang membuat budget membengkak.

Baca Juga:

error: