4 Cara Menghitung kWH Listrik dan Biaya Listrik 2024


Uinsuka.ac.id – Sebuah rumah dengan daya listrik yang besar tentu sudah menjadi kebutuhan utama bagi kebanyakan orang. Namun jangan sampai terlena, jika tidak dimanfaatkan dengan bijak tentu tagihan listrik akan membengkak. Maka dari itu, penting mengetahui cara menghitung KWH listrik yang akurat.

Perhitungan ini bisa membuat kamu tahu secara lebih detail mengenai penggunaan daya listrik setiap harinya. Jika termasuk dalam kategori boros, tentu bisa mencari langkah yang tepat dalam menghemat pemakaiannya.

Rumus kWh Listrik

Sebelum membahas cara menghitung kWH listrik, tentu harus memahami rumusnya terlebih dahulu. Rumusnya sendiri bisa dibilang cukup sederhana, sehingga sangat mudah untuk diaplikasikan dalam perhitungan.

Adapun untuk rumus kWh yaitu peralatan elektronik dalam satuan watt dan dikalikan lama pemakaian (jam). Selanjutnya dikalikan dengan seribu (yang dijadikan dalam satuan kilowatt jam atau kWh). Hasil dari perhitungan ini akan memberikan jumlah kWh yang sudah digunakan selama per hari.

Jika masih bingung, simak rumus perhitungannya seperti berikut ini:

  • kWh = (watt x jam) : 1000

Cara Menghitung kWh Listrik Secara Manual

Perhitungan kWh listrik sebenarnya dapat dilakukan dengan mudah secara manual. Namun, ada beberapa tahapan cara yang perlu diikuti untuk mendapatkan hasil yang akurat. Supaya lebih jelas, simak tahapan cara menghitung kWh listrik berikut ini:

1. Mengetahui Golongan Tarif Listrik

Langkah pertama yang perlu dilakukan yaitu mengetahui golongan tarif listrik yang digunakan di rumah. Banyak sekali jenis golongan tarif listrik di Indonesia sesuai dengan batas daya. Di antaranya yaitu 900 VA, 1.300 VA, 3.300 VA, 5.500 VA sampai dengan 6.600 VA lebih.

Baca Juga:  4 Cara Menghitung Laba Usaha/Laba Bersih Terbaru 2024

Setiap batas daya tersebut pastinya mempengaruhi biaya dasar listrik. Jika sudah golongan tarifnya secara pasti, tentu bisa semakin mudah untuk melakukan perhitungan. Kamu bisa lebih bijak dalam penggunaan listrik di kehidupan sehari-hari.

2. Mencatat Peralatan yang Membutuhkan Tenaga Listrik

Cara menghitung kWh listrik yang tak boleh terlewatkan yaitu menyusun barang elektronik yang digunakan di dalam rumah. Jangan lupa untuk mencatat daya listrik dalam satuan watt yang diperlukan untuk satu kali pemakaian.

Sebagai contoh, di hunian kamu menggunakan beberapa peralatan listrik seperti berikut:

  • Sebuah vacuum cleaner memiliki daya listrik sebesar 300 watt.
  • Sebuah setrika memiliki daya listrik 250 watt.
  • Sebuah AC memiliki daya listrik 500 watt
  • 8 buah lampu yang masing-masing memiliki daya 30 watt
  • Mesin pendingin atau kulkas memiliki daya 300 watt.

3. Simulasi Pemakaian Peralatan Listrik

Jika semua peralatan sudah dicatat lengkap, bisa diilustrasikan mengenai berapa lama perabot tersebut akan diaktifkan. Pastinya tidak mungkin jika AC ataupun setrika menyala selama seharian penuh. Berbeda halnya dengan mesin pendingin yang harus dalam kondisi ON.

  • Vacuum cleaner digunakan selama 2 jam setiap harinya, maka total pemakaiannya yaitu 300 watt x 2 = 600 watt.
  • Sebuah setrika dengan pemakaian sekitar 1 jam per hari, daya listrik yang digunakan sebesar 250 watt.
  • Sebuah AC digunakan selama 9 jam per hari, estimasinya yaitu 500 x 9 = 4500 watt.
  • 8 buah lampu menyala selama 10 jam per hari, estimasi pemakaiannya berarti 8 x 30 x 10 = 2400 watt
  • Sebuah mesin pendingin atau kulkas digunakan selama 24 jam, estimasinya 300 x 24 = 7200 watt

Estimasi perhitungan dalam pemakaian daya listrik ini tentu bisa mengalami perbedaan. Hal ini karena disesuaikan dengan pemakaiannya di rumah kamu sendiri.

Baca Juga:  5 Cara Menghitung Weton Jawa: Makna dan Tafsiran

Jika ada beberapa perabotan yang tidak digunakan selama seharian, sangat disarankan untuk menyusun rata-ratanya lebih dulu. Setelah itu, maka barulah melakukan perhitungan dalam estimasi pemakaian dalam per hari.

4. Menghitung Tarif Listrik

Terakhir, kamu bisa langsung menghitung tarif biaya listrik yang dibutuhkan. Caranya dilakukan dengan menjumlahkan semua estimasi pemakaian dalam peralatan listrik di rumah kamu.

Berdasarkan data yang dituliskan sebelumnya, jumlah pemakaian listrik di rumah dalam per hari yaitu 600 watt + 250 watt + 4500 watt + 2400 watt + 7200 watt = 14950 watt.

Jika ingin menghitung tarif listrik, satuan watt tersebut harus diubah menjadi kilowatt per hour atau kWh. Langkah caranya yaitu dengan membagi jumlah pemakaian daya listrik dengan 1000, yaitu 14950:1000= 14,95.

Hasil perhitungan inilah yang bisa digunakan untuk menghitung kisaran tarif listrik harian di hunian kamu. Langkah menghitungnya yaitu dengan mengalikan angka yang berubah dalam satuan kWh berdasarkan golongan yang digunakan.

Seperti misalnya tagihan listrik mencapai 1350 per kWh, maka 14,95 kWh dapat dilakukan dengan 1350. Sudah bisa didapatkan bahwa hasil akhir dari perhitungan tersebut adalah Rp20.182,5.

Sedangkan untuk memperkirakan tagihan listrik per bulan maka bisa langsung dikalikan dengan 30, yakni 20.182,5 x 30 = Rp605.475. Perkiraan ini bisa lebih murah atau bahkan mahal, semuanya tergantung dari pemakaian listrik di rumah kamu sendiri.

Tips Mudah Menghemat Pemakaian Listrik

Setelah mengetahui cara menghitung kWh listrik, kamu mungkin baru menyadari bahwa tagihannya lumayan besar. Namun tak perlu khawatir, masih ada banyak cara yang dapat dilakukan untuk menghemat listrik.

Berikut ini adalah beberapa tipsnya yang sangat membantu dalam penghematan daya listrik:

1. Mengatur Penggunaan Peralatan Elektronik

Supaya tarif listrik tidak membengkak, kamu harus mengatur penggunaan peralatan elektronik. Kamu bisa mengurangi penggunaan peralatan elektronik yang sekiranya tidak begitu penting. Contohnya seperti TV, mesin cuci, AC, dan lain sebagainya.

Baca Juga:  3 Cara Menghitung Pajak Motor Tahunan dan Denda

Dengan mengurangi pemakaiannya, tentu bisa dijadikan cara yang sangat efektif dalam penghematan daya listrik. Tarif listrik dipastikan akan selalu dalam kondisi stabil dan tidak akan membengkak secara drastis.

2. Penggunaan Peralatan Elektronik yang Hemat Listrik

Supaya tagihan listrik tidak melonjak, kamu bisa menggunakan peralatan elektronik yang dapat menghemat listrik. Kini sudah banyak sekali perabotan yang didesain secara khusus dengan daya hemat listrik.

Hal ini tentu menjadi kesempatan menarik yang bisa dimanfaatkan. Kamu bisa langsung mengganti beberapa peralatan elektronik yang membutuhkan daya listrik besar. Contohnya seperti mengganti lampu biasa menggunakan lampu LED.

3. Mengatur Ventilasi dan Pencahayaan dalam Ruangan

Saat membangun sebuah rumah, sebaiknya mengatur ventilasi udara dengan baik. Tujuannya supaya tak perlu lagi menggunakan pendingin ruangan nantinya, seperti kipas ataupun AC.

Selain itu, pencahayaan di setiap ruangan harus bisa terpenuhi dengan baik. Jika sudah demikian, maka juga bisa mengurangi penggunaan lampu dalam waktu yang cukup lama. Secara tidak langsung akan menghemat dalam pemakaian daya listrik.

4. Matikan Lampu ketika Tidur

Lampu dalam kondisi tidak menyala saat tidur memberikan dampak baik untuk kesehatan. Tanpa disadari, upaya ini ternyata juga dapat menghemat pemakaian listrik.

Saat tertidur lelap, manusia tidak membutuhkan penerangan secara berlebihan. Namun jika memang butuh penerangan, bisa diganti dengan lampu tidur yang sudah pasti dapat menghemat energi.

Cara menghitung kWh listrik yang disampaikan di atas menjadi hal penting untuk diketahui. Kamu bisa mengetahui estimasi pemakaian daya listrik selama periode tertentu. Pastinya sangat berguna untuk memperkirakan biaya atau tarif listrik yang harus dibayar.

Baca Juga: