3 Cara Menghitung Volume Pondasi Sesuai Fungsinya


Uinsuka.ac.id – Pondasi adalah bagian yang sangat penting pada setiap jenis bangunan. Oleh sebab itu, volumenya harus diperhitungkan dengan tepat supaya kuat menyokong bangunan diatasnya. Lalu, bagaimanakah cara menghitung volume pondasi secara akurat?

Mengapa menghitung volume pondasi itu penting? Perlu diketahui bahwa tidak setiap tipe tanah cocok dengan jenis pondasi tertentu. Perhitungan berapa volume pondasi bangunan harus sesuai dengan tipe tanah yang akan digunakan.

Tujuan menghitung volume pondasi yaitu untuk mendapatkan bagian dasar bangunan yang benar-benar kokoh dan seimbang. Misalnya, volume pondasi batu kali akan memiliki rumus yang berbeda dengan pondasi cakar ayam.

Cara Menghitung Volume Pondasi Sesuai Fungsi dan Jenisnya

Bangunan yang kuat dan kokoh sangat dipengaruhi oleh pondasinya. Jika pondasi yang berfungsi sebagai alas kuat, maka bangunan diatasnya juga akan berdiri dengan kokoh. Faktor yang mempengaruhi kuat tidaknya pondasi bangunan salah satunya adalah volume yang tepat.

Rumus menghitung volume pondasi harus disesuaikan dengan fungsi maupun jenis bangunan yang akan dibuat pada bagian atasnya. Agar lebih jelas, simak rumus volume pondasi sesuai fungsinya berikut ini.

1. Volume Pondasi Batu Kali

Apa yang dimaksud pondasi batu kali? Pondasi batu kali adalah jenis pondasi yang digunakan pada bangunan rumah sederhana, dengan bobot yang tidak terlalu berat. Pondasi batu kali dibuat dari tumpukan batu alam, berbagai ukuran dan bentuk.

Batu-batu alam tersebut kemudian disatukan atau direkatkan dengan adukan beton sebagai pengikatnya. Bentuk pondasi batu kali biasanya trapesium, yang kemudian dijadikan sebagai rumus dalam perhitungan volumenya.

Baca Juga:  5 ml Berapa Gram? Ini Cara Hitung dan Pembahasannya

Rumus perhitungan volume pondasi batu kali yaitu:

  • Volume pondasi = luas penampang x total jumlah panjang pondasi

Sebelum menghitung volume pondasi, harus dihitung dulu berapa luas penampangnya. Adapun rumusnya yaitu :

  • Luas penampang pondasi = (lebar pondasi atas + lebar pondasi bawah) x tinggi pondasi/ 2

Agar lebih jelas, langsung saja lihat pada contoh perhitungan volume pondasi batu kali berikut ini.

Sebuah pondasi batu kali memiliki ukuran :

  • Total jumlah panjang = 50 m
  • Tinggi pondasi = 4 m
  • Lebar bagian bawah = 3 m
  • Lebar penampang atas = 0,5 m

Maka volume pondasinya adalah :

  • Rumus volume pondasi = luas penampang x total panjang
  • Rumus luas penampang = (lebar atas + lebar bawah) x tinggi/2
  • Volume pondasi = {(3 x 0,5 ) x 4/ 2} x 50
    = (1,5 x 2) x 50
    = 150 m3

Dari perhitungan yang telah dilakukan didapatkan hasil bahwa volume pondasi batu kali sebesar 150 meter kubik. Jika ukurannya berbeda, tinggal masukkan angka-angka pada rumus sesuai dengan cara menghitung volume pondasi batu kali.

2. Volume Pondasi Tapak

Apa saja jenis pondasi itu? Jenis pondasi ada tiga, yaitu pondasi batu kali, pondasi tapak dan juga pondasi cakar ayam. Pada bagian sebelumnya telah dibahas bagaimana cara untuk menghitung volume pondasi batu kali.

Selanjutnya, pada bagian ini akan dijelaskan cara untuk menghitung volume pondasi berbentuk tapak. Apa pengertian pondasi tapak itu? Pondasi tapak adalah jenis pondasi yang bentuknya mirip dengan telapak dan dibuat dari material beton bertulang.

Apa fungsi pondasi tapak? Pondasi tapak dibuat pada bagian bawah tiang dan umumnya dipakai untuk jenis bangunan dengan 2-3 lantai. Pondasi tapak memerlukan kontur tanah yang keras sehingga memiliki kemampuan yang baik untuk menopang bangunan berukuran besar.

Adapun rumus untuk menghitung volume pondasi tapak yaitu:

  • Volume pondasi tapak = {(tinggi ke-1 + tinggi ke-2) / 2} x sisi x sisi
Baca Juga:  5 Persen dari 2 Juta Adalah Berapa? Ini Rumus dan Cara Hitung

Agar lebih mudah memahami cara menghitung volume pondasi tapak, lihat pada contoh berikut :

Sebuah pondasi tapak memiliki ukuran tinggi pertama 0,5 meter dan tinggi yang kedua 0,3 meter. Sementara itu panjang pondasi pada setiap sisi-sisinya adalah 2 meter, berapa volumenya?
Cara menghitung volume pada pondasi tersebut yaitu :

  • Tinggi ke-1 = 0,5 meter
  • Tinggi ke-2 = 0,3 meter
  • Sisi  = 2 meter
  • Volume pondasi = {(0,5 + 0,3)/ 2} x 2 x 2 = 0,4 x 4 = 1,6 m3

Volume pondasi tapak yang benar, sesuai ukuran diatas adalah 1,6 m3.

3. Volume Pondasi Cakar Ayam

Pondasi cakar ayam adalah jenis pondasi yang cukup terkenal dan sering digunakan dalam konstruksi bangunan-bangunan besar, seperti jembatan. Pondasi cakar ayam sangat sesuai diaplikasikan pada jenis tanah dengan kontur yang cenderung lembek.

Pada pondasi cakar ayam akan dipasang plat-plat ataupun lempengan dan disokong oleh pipa-pipa yang bentuknya mirip bagian kaki ayam. Cengkeraman pipa berbentuk cakar ayam itulah yang akan membuatnya kuat menopang beban pada bangunan.

Bagaimana rumus menghitung volume pondasi cakar ayam? Rumusnya yaitu sebagai berikut:

  • Volume pondasi cakar ayam = Panjang x lebar x tebal

Contohnya, pondasi cakar ayam memiliki panjang 15 meter, lebarnya 7 meter dan tebalnya 5 meter. Berapakah volumenya? Untuk menghitungnya, lakukan langkah berikut :

  • Volume = P x L x T
  • Volume = 15 x 7 x 5 = 525 m3

Jadi, volume pondasi cakar ayam pada contoh adalah 525m3.

Manfaat Menghitung Volume Pondasi Bangunan

Sekilas mungkin cara menghitung volume pondasi bangunan terlihat rumit, tapi tidak boleh dilewatkan begitu saja. Mengapa volume pondasi bangunan perlu dihitung? Alasannya yaitu dengan menghitung volume pondasi bangunan, akan didapatkan manfaat berikut:

1. Menjaga Kestabilan Bangunan

Kuat tidaknya sebuah bangunan sangat dipengaruhi oleh kondisi pondasinya. Pondasi yang kokoh pastinya akan mampu menahan beban bangunan sehingga bisa tetap stabil. Tanpa perhitungan volume yang akurat, bisa saja bangunan menjadi miring bahkan roboh seiring berjalannya waktu.

Baca Juga:  Berapa 20 Persen dari 2 Juta? Ini Cara Hitung dan Contohnya

2. Menyesuaikan dengan Kontur Tanah

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, bahwa jenis pondasi harus disesuaikan dengan tipe tanahnya supaya bisa berfungsi dengan baik. Dengan kata lain, kondisi kontur tanah sangat berpengaruh pada kokoh tidaknya bangunan.

Kalau ingin bangunan terus berdiri dengan kokoh tanpa bergeser atau miring sekalipun usianya sudah puluhan tahun, gunakan jenis pondasi yang sesuai. Misalnya, untuk membangun rumah bertingkat 2, pakai pondasi tapak. Setelah itu, hitung volume pondasinya dengan rumus.

3. Hemat dan Efisien

Keuntungan menghitung berapa volume pondasi bangunan sebenarnya sangat berguna untuk menyusun anggaran. Setelah volume pondasi dihitung sesuai dengan jenis dan fungsinya, maka berapa perkiraan biaya yang harus dikeluarkan dapat diketahui.

Setelah itu, kepala proyek dapat lebih mudah menyusun anggaran sesuai dengan kebutuhan yang didapatkan dari hasil perhitungan volume. Dengan begitu, tidak perlu lagi mengeluarkan biaya ekstra yang tidak diperlukan, sehingga anggaran bisa lebih hemat dan efisien alokasinya.

Selain tidak perlu mengeluarkan biaya ekstra, menghitung volume pondasi juga membantu kepala proyek membuat daftar material yang dibutuhkan. Jadi, tidak akan ada lagi kekurangan material yang bisa menghambat pengerjaan bangunan.

Cara menghitung volume pondasi harus disesuaikan dengan jenis dan fungsinya supaya didapatkan hasil yang akurat. Perhitungan volume pondasi bangunan sangat berpengaruh pada kuat tidaknya bangunan. Jika hitungannya tepat dan akurat, maka bangunan juga lebih kuat.

Baca Juga: