3 Cara Menghitung Penjualan Bersih, Rumus, Contoh

Uinsuka.ac.id – Istilah penjualan bersih memang sudah tidak terdengar asing lagi bagi sebagian orang. Namun, masih ada beberapa orang yang belum tahu tentang bagaimana cara menghitung penjualan bersih yang benar. Penjualan bersih harus dihitung secara tepat, agar bisnis bisa terus berjalan dengan lancar.

Ketika bisnis dapat dijalankan dengan lancar, hal ini dapat membuat kemungkinan mendapatkan penghasilan yang banyak menjadi lebih besar. Kendati demikian, penting untuk kamu tahu bahwa pendapatan yang besar ini tidak bisa diartikan sebagai keuntungan perusahaan yang berlimpah.

Maka dari itu, sebelum memahami tentang cara menghitung pendapatan penjualan bersih, mari kita membahas tentang pengertiannya terlebih dahulu!

Pengertian Penjualan Bersih

Jika dijelaskan secara sederhana, maka penjualan bersih merupakan salah satu bagian dari laporan laba rugi perusahaan, dan data ini dapat memudahkan para akuntan dalam menganalisis laporan keuangan. Namun, pendapat Aileen Ormiston terkait penjualan bersih cukup berbeda.

Menurut ahli finansial bisnis ini penjualan bersih adalah total pendapatan bersih perusahaan dari retur maupun potongan penjualan. Hal ini juga pernah disebutkan oleh beberapa ahli yang mengatakan bahwa penjualan bersih merupakan total pendapatan yang telah dikurangi biaya retur dan potongan.

Jadi, penjualan bersih dapat diartikan sebagai angka penjualan utama yang telah ditinjau oleh seorang analis sebelum mereka membuat dan mengirim laporan laba rugi milik suatu perusahaan. Dengan adanya laporan ini, perusahaan bisa lebih mudah untuk mengatasi diskon atau potongan berlebih.

Cara Menghitung Penjualan Bersih Perusahaan

Sebenarnya, untuk menghitung penjualan bersih dari suatu perusahaan hanya membutuhkan rumus dan cara yang cenderung mudah. Kendati demikian, karena beberapa orang sudah mengira bahwa cara ini akan sulit untuk dilakukan, jadi mereka cenderung lebih mudah untuk melupakannya.

Baca Juga:  4 Cara Menghitung kWH Listrik dan Biaya Listrik 2024

Hanya dengan melihat dari penjelasan yang ada di atas, kamu mungkin sudah bisa menebak bahwa cara menghitung jenis penjualan ini bisa dilakukan dengan mengurangi total penjualan kotor dengan diskon, retur, maupun jenis potongan lainnya. Namun, untuk rumus lengkapnya adalah:

  • Penjualan bersih = Penjualan kotor – potongan harga (diskon) – komisi – retur (pengembalian dana)

Rumus ini harus dilakukan dengan tepat, karena penjualan bersih merupakan perwujudan yang lebih akurat terkait data pada laporan laba rugi yang telah dibuat oleh suatu perusahaan. Jadi, kamu harus selalu mengingat rumus ini dengan baik.

Contoh Soal Cara Menghitung Penjualan Bersih Perusahaan

Umumnya, orang-orang bisa lebih mudah memahami rumus perhitungan penjualan bersih setelah melihat contoh-contoh soalnya. Oleh karena itu, di sini kami akan membagikan beberapa contoh soal yang dapat memudahkan kalian dalam memahami rumusnya, yaitu:

1. Cara Menghitung Penjualan Bersih Perusahaan Dagang

Ada sebuah perusahaan dagang yang sedang memasarkan produk barunya berupa koper dengan harga Rp200.000,-. Untuk memasarkan produk baru tersebut secara lebih luas, perusahaan memutuskan untuk memberikan promo potongan harga yang sebesar 20%.

Selama acara peluncuran produk itu dilakukan, perusahaan berhasil menjual koper sebanyak 100 pcs. Namun, beberapa hari kemudian ada sejumlah pelanggan yang mengajukan pengembalian dana sebanyak 5 orang, karena mereka merasa koper tersebut ada yang rusak.

Setelah pihak perusahaan dan pembeli berdiskusi, akhirnya perusahaan memutuskan untuk mengembalikan seluruh uang yang telah dibayarkan oleh kelima pembeli tersebut. Lalu, berapakah penjualan bersih yang diterima perusahaan itu?

  • Penjualan kotor = 100 x Rp200.000 = Rp20.000.000,-
  • Diskon = Rp 20.000.000 x 20% = Rp4.000.000,-
  • Retur (pengembalian dana) = 5 x Rp200.000 = Rp1.000.000,-
  • Penjualan bersih = Penjualan kotor – diskon (potongan harga) – retur (pengembalian dana)
  • Penjualan bersih = Rp20.000.000 – Rp4.000.000 – Rp1.000.000
  • Penjualan bersih = Rp15.000.000,-
Baca Juga:  3 Cara Menghitung Harga Rolling Door Terbaru 2024

2. Cara Menghitung Penjualan Bersih Perusahaan Produksi

Perusahaan produksi celana yang bernama PT Anugerah Sejati memproduksi celana seharga Rp175.000,- dan memilih untuk menggunakan jasa marketer agar produk bisa semakin laku. Kemudian, pada akhir tahun perusahaan ini memutuskan untuk mengadakan acara cuci gudang.

Semua produk yang dijual oleh perusahaan ini diberi diskon yang sebesar 30% dan setiap penjualan yang dilakukan marketer akan mendapat 10%. Selama periode cuci gudang tersebut dilakukan, perusahaan berhasil mendapat penjualan sebanyak 500 pcs.

Jadi, berapakah total penjualan bersih yang dapat diperoleh PT Anugerah Sejati?

  • Penjualan kotor = 500 x Rp175.000 = Rp87.500.000,-
  • Diskon = Rp87.500.000 x 30% = Rp26.250.000,-
  • Penjualan setelah diskon = Rp87.500.000 – Rp26.250.000 = Rp61.250.000,-
  • Komisi jasa marketer = 10% x Rp61.250.000 = Rp6.125.000
  • Penjualan bersih = Penjualan kotor – potongan harga (diskon) – komisi pihak ketiga
  • Penjualan bersih = Rp87.500.000 – Rp26.250.000 – Rp6.125.000
  • Penjualan bersih = Rp55.125.000,-

3. Cara Menghitung Penjualan Bersih Perusahaan Jasa

Perusahaan yang menawarkan jasa bersih-bersih rumah dengan harga Rp100.000,- per layanan memutuskan untuk mengadakan diskon besar-besaran, agar semakin ada banyak pelanggan yang tertarik untuk menggunakan jasa dari perusahaan tersebut.

Diskon yang diberikan oleh perusahaan ini sebesar 25% dan berhasil menarik perhatian 100 pelanggan. Namun, ada 5 pelanggan yang merasa rumahnya menjadi bau setelah menggunakan jasa tersebut, sehingga mereka ingin perusahaan mengembalikan uang yang telah dibayarkan.

Setelah berdiskusi, akhirnya perusahaan menjanjikan untuk mengembalikan dana yang telah dibayarkan oleh kelima pelanggan tersebut. Lalu, berapa total penjualan bersih dari perusahaan ini?

  • Penjualan kotor = 100 x Rp100.000 = Rp10.000.000,-
  • Diskon = Rp10.000.000 x 25% = Rp2.500.000,-
  • Retur = 5 x Rp100.000 = Rp500.000,-
  • Penjualan bersih = Penjualan kotor – potongan harga (diskon) – retur (pengembalian dana)
  • Penjualan bersih = Rp10.000.000 – Rp2.500.000 – Rp500.000
  • Penjualan bersih = Rp7.000.000,-
Baca Juga:  3 Cara Menghitung Zakat Emas, Ketentuan, Contoh

Pentingnya Menghitung Penjualan Bersih Perusahaan

Masih ada beberapa pelaku usaha yang sering mengabaikan kegiatan bisnis ini. Padahal aktivitas menghitung penjualan bersih perusahaan termasuk salah satu kegiatan yang harus dilakukan demi kelancaran bisnis yang sedang dijalankan.

Sebagai pelaku usaha yang cerdas, kenali apa saja manfaat dari proses perhitungan penjualan bersih perusahaan ini yang di antara lainnya adalah:

1. Mendapatkan Wawasan yang Lebih Berharga

Manfaat yang paling utama dari aktivitas ini adalah dapat membuat perusahaan memperoleh wawasan yang lebih berharga. Sebab, total penjualan bersih yang ada dalam laporan laba rugi ini dapat membuat pelaku usaha lebih mudah untuk mengetahui seluk-beluk dan kondisi bisnisnya.

Jadi, ketika ada perubahan angka yang terlalu besar pada laporan tersebut, pelaku usaha bisa langsung mengatasinya dengan mudah.

2. Menjadikan Laporan Keuangan Lebih Akurat

Manfaat ini juga tidak kalah penting dari manfaat sebelumnya. Ketika total penjualan bersih dalam laporan keuangan tidak tersaji secara tepat, hal ini dapat mengurangi tingkat akurasi dari laporan tersebut. Maka dari itu, total penjualan bersih perusahaan harus ditulis secara tepat.

3. Bahan Evaluasi

Pada saat perusahaan membuat laporan laba rugi yang di dalamnya terdapat total penjualan bersihnya, hal ini dapat membuatnya lebih mudah untuk menemukan nilai-nilai potongan yang telah diberikan selama masa penjualan.

Dengan begitu, perusahaan bisa mengambil keputusan lanjutan apakah diskon tersebut efektif untuk membuat bisnisnya berjalan dengan baik.

Setelah mengetahui tentang bagaimana cara menghitung penjualan bersih dan manfaatnya, sekarang kamu hanya perlu mempraktekkannya langsung ke kehidupan nyata. Usahakan untuk selalu membuat laporan keuangan yang akurat, agar bisnis bisa berjalan dengan lancar.

Baca Juga: