4 Cara Menghitung Luas Bangunan 100% Mudah

Uinsuka.ac.id – Hal pertama yang harus diketahui saat akan membangun sebuah rumah atau ruangan adalah luas. Luas akan menjadi dasar bagi arsitek untuk merancang bangunan dengan sempurna. Oleh karena itu, cara menghitung luas bangunan menjadi penting untuk dipahami dengan benar.

Luas adalah ukuran sebuah ruangan yang berdiri di atas tanah. Saat akan menjual bangunan, luas juga mempengaruhi tingkat harga. Semakin luas bangunan tersebut, maka semakin tinggi pula harganya.

Cara Menghitung Luas Bangunan dengan Tepat

Setiap bangunan memiliki bentuk yang berbeda-beda sehingga cara menghitung luasnya pun berbeda. Orang-orang biasanya menghitung dengan menggunakan rumus matematika sederhana. Akan tetapi, para profesional lebih sering menggunakan aplikasi atau software tertentu.

1. Menghitung Luas Bangunan dengan Rumus Matematika Sederhana

Menghitung luas bangunan bukan berarti harus menguasai rumus matematika yang rumit. Namun, hanya menggunakan perhitungan sederhana yang telah dipelajari sejak bangku sekolah dasar. Jika dilakukan dengan teliti, maka hasilnya akan benar dan akurat.

a. Bangunan Berbentuk Persegi Panjang

Saat ingin menghitung luas, tentukan terlebih dahulu bentuk dari bangunan tersebut. Apakah persegi panjang, segitiga, persegi, atau tidak beraturan. Untuk persegi panjang. Kamu harus menggunakan rumus berikut.

  • L = p x l
Baca Juga:  3 Cara Menghitung Skala Gambar, Rumus, Contoh Soal

Dimana:

  • L = Luas bangunan
  • p = Panjang bangunan
  • l = Lebar bangunan

Misalnya, panjang bangunan adalah 8 m dan lebar 5 m, maka:

  • L = p x l
  • = 8 m x 5 m
  • = 40 m2

Jadi, luas bangunan persegi panjang tersebut adalah 40 m2.

b. Bangunan Berbentuk Persegi

Cara menghitung luas suatu bangunan yang berbentuk persegi hampir sama dengan persegi panjang. Namun, kedua sisinya memiliki panjang yang sama, sehingga rumusnya menjadi seperti berikut.

  • L = s x s

Dimana:

  • L = Luas bangunan
  • s = Panjang sisi bangunan

Misalnya, panjang sisi bangunan adalah 5 m, maka:

  • L = s x s
  • = 4 m x 4 m
  • = 16 m2

Jadi, luas bangunan persegi tersebut adalah 16 m2.

c. Bangunan Berbentuk Segitiga

Contoh bangunan yang berbentuk segitiga adalah rangka atap rumah, tenda camping, piramida, dan lain sebagainya. Secara umum, bangunan berbentuk segitiga ada dua, yaitu segitiga siku-siku atau segitiga tidak beraturan.

Rumus mencari luas bangunan segitiga siku-siku

  • L = 1/2 x a x t

Dimana:

  • L = Luas bangunan
  • a = Panjang alas bangunan
  • t = Tinggi bangunan

Misalnya, panjang alas bangunan adalah 10 m dan tingginya 5, maka luasnya:

  • L = 1/2 x a x t
  • = 1/2 m x 10 m x 5 m
  • = 25 m2

Jadi, luas bangunan berbentuk segitiga tersebut adalah 25 m2.

Rumus mencari luas segitiga tidak beraturan:

L =

Dimana:

  • L = Luas bangunan
  • s = ½ dari keliling bangunan segitiga.

Keliling (K) = a + b + c, dimana a, b, dan c adalah panjang sisi-sisi segitiga

  • S = ½ K

d. Bangunan Berbentuk Tidak Beraturan

Bangunan yang berbentuk tidak beraturan tergolong cukup sulit untuk dihitung. Orang-orang biasanya menghitung luas dengan membagi tiap sudut menjadi beberapa bagian segitiga. Setelah itu, menggunakan rumus segitiga tidak beraturan.

Misalnya, panjang alas sisi segitiga masing-masing 6 m, 8 m, dan 10 m, maka kelilingnya:

  • K = a + b + c
  • = 6 + 8 + 10
  • = 24 m

Sehingga, diperoleh:

  • S = ½ K
  • = ½ (24 m)
  • = 12 m

Selanjutnya, gunakan nilai S untuk mencari luas bangunan,

Baca Juga:  2 Cara Menghitung Biaya Variabel dan 4 Contoh 2024

L = 24 m2

Jadi, luas satu bagian dari bangunan tak beraturan tersebut adalah 24 m2. Jika terdapat banyak bagian, maka hitung semua bagian dengan cara yang sama kemudian jumlahkan untuk mendapat nilai akhir.

2. Menghitung Luas Bangunan dengan Software Autocad

Jika cara manual sebelumnya menurut kamu kurang akurat, maka gunakan cara lain yaitu software Autocad. Cara ini umumnya digunakan oleh orang-orang yang terbiasa menjalankan sebuah aplikasi. Adapun cara melakukannya adalah sebagai berikut:

  • Untuk memulai, kamu harus memiliki denah bangunan yang akan dihitung. Gambar denah harus detail, akurat, rapi, dan tidak sembarang. Hal ini disebabkan karena gambar yang tidak rapi akan mempengaruhi hasil perhitungan.
  • Klik garis pada denah bangunan. Setelah itu, akan terlihat bahwa garis berubah menjadi garis putus-putus.
  • Buat perintah “polyline” atau “PL” dan tekan Enter
  • Selanjutnya, buat garis mengelilingi bangunan dan klik garis tersebut
  • Buat perintah “LIST” atau “LI” dan tekan Enter
  • Terakhir, muncul sebuah halaman yang menunjukkan luas serta koordinat dari bangunan. Dengan demikian, kamu bisa mengetahui luas bangunan dengan akurat dan jelas.

3. Cara Menghitung Luas Bangunan 1 Lantai

Setiap lantai dalam suatu bangunan memiliki perhitungan luas bangunan yang berbeda. Cara menghitung luas ruangan satu lantai lebih mudah karena hanya memperhatikan bentuk.  Kamu bisa menggunakan cara manual dengan rumus matematika sesuai bentuk bangunan.

4. Cara Menghitung Luas Bangunan 2 Lantai

Untuk bangunan 2 lantai, harus memperhatikan beberapa hal penting dalam menghitung luasnya. Hal-hal tersebut terdiri dari luas lantai hingga dinding terluar, tinggi dinding, dan overstek. Perhatikan langkah-langkah berikut:

Baca Juga:  3 Cara Menghitung THR Karyawan Tetap, Kontrak, Baru

a. Menghitung Luas Lantai hingga Batas Dinding Terluar

Ruangan yang memiliki perkerasan lantai memiliki luas yang berbeda tanpa perkerasan. Misalnya, luas awal ruangan adalah 4 x 5 meter, namun karena adanya perkerasan maka berkurang dari nilai tersebut.

b. Menghitung Luas Ruangan Beratap Sesuai Tinggi Dinding

Ruangan yang memiliki atap dengan tinggi dinding lebih dari 1,2 m2, maka dihitung secara penuh yaitu 100%. Misalnya, ruangan tersebut memiliki ukuran 4 x 3 m sehingga luasnya menjadi 12 m2.

Akan tetapi, jika tinggi dinding pembatasnya kurang dari 1,2 m2, maka luas ruangan dihitung hanya 50% atau setengah saja. Akhirnya, luas ruangan adalah 6 m2.

c. Menghitung Luas Ruangan Tanpa Atap

Jika ruangan tidak memiliki atap, maka perhitungan luasnya tetap mengacu pada tinggi dinding. Sama halnya dengan ruang beratap, jika tinggi dinding lebih dari 1,2 m2, maka luas yang dihitung hanya setengah.

d. Menghitung Luas Ruangan yang Memiliki Overstek

Contoh overstek dalam sebuah bangunan adalah balkon. Cara menghitung luasnya juga dengan memperhatikan tinggi dinding atau pagar. Jika kurang dari 1,2 m2, maka tidak diperhitungkan. Sebaliknya, jika lebih dari angka tersebut maka dihitung 50% saja.

Menghitung luas bangunan memang penting untuk diketahui. Kamu bisa menggunakan cara manual dengan rumus dengan memperhatikan bentuk dari bangunan. Jika ingin lebih akurat, gunakan bantuan software Autocad.

Selain itu, cara menghitung luas bangunan dengan tepat juga dapat dilakukan setiap lantai. Untuk satu lantai, lebih baik dengan cara manual. Akan tetapi, menghitung ruangan dua lantai harus memperhatikan beberapa hal penting, seperti tinggi dinding, lantai, serta overstek.

Baca Juga: