4 Cara Menghitung Kubikasi Beton 100% Akurat 2023

Uinsuka.ac.id – Salah satu cara yang bisa dilakukan untuk melancarkan proses pembangunan serta membuat proses pengerjaan menjadi lebih efisien adalah menghitung kubikasi beton secara tepat dan akurat. Cara menghitung kubikasi beton ini harus dilakukan sesuai dengan perencanaan awal.

Dengan melihat fakta tersebut, tidak mengherankan jika para kontraktor diwajibkan untuk mengetahui kebutuhan kubikasi beton dari setiap properti yang akan dibangunnya. Untuk mengetahui tentang bagaimana cara mudah menghitung kubikasi beton pada suatu bangunan, simak artikel ini baik-baik!

4 Cara Menghitung Kubikasi Beton agar Tidak Salah

Ketika perhitungan kubikasi beton pada suatu bangunan dilakukan dengan cara yang salah, hal ini dapat membuat proses pembangunan menjadi bermasalah. Maka dari itu, di awal artikel ini kami menyebutkan bahwa para kontraktor diwajibkan untuk mengetahui caranya dengan tepat.

Jika hasil dari perhitungan ini menunjukkan ada yang masih tersaji dalam satuan cm, maka kamu harus segera mengkonversinya ke satuan meter (m). Dengan begitu, proses perhitungan kubikasi beton pada suatu bangunan bisa dilakukan secara lebih mudah. Untuk lebih mudahnya, perhatikan cara-cara ini:

1. Hitung Volume Plat Lantai

Cara hitung kubikasi beton yang pertama adalah dengan menghitung volume plat lantai dari properti yang akan dibangun. Plat lantai merupakan komponen bangunan yang jumlah lantainya lebih dari 1 tingkat. Jadi, dapat dipastikan bahwa plat lantai tidak bersentuhan langsung dengan tanah bangunan.

Fungsi utama dari komponen bangunan ini adalah untuk membatasi lantai satu tingkat dengan tingkat lainnya. Maka dari itu, orang-orang yang hendak menghitung bagian bangunan ini harus memperhatikan ukuran panjang, lebar, dan tinggi dari komponen tersebut.

Selain itu, ada rumus khusus yang bisa digunakan juga untuk menghitung komponen bangunan ini, yaitu:

  • P x L x T

Untuk lebih memahami rumus tersebut, perhatikan salah satu contoh soal yang ada di bawah ini:

Suatu plat lantai dari bangunan yang akan dibangun memiliki ukuran panjang 8 m, lebar 12 cm, dan tinggi 10 m. Karena lebar dari plat lantai ini masih tersaji dalam satuan cm, maka ubahlah menjadi satuan meter (m) yang nantinya akan berubah menjadi 0,12 m.

Setelah itu, gunakan rumus yang ada di atas untuk mencari volume plat lantai dari bangunan tersebut, yaitu:

  • Volume plat lantai = P x L x T
  • Volume plat lantai = 8 x 0,12 x 10
  • Volume plat lantai = 9,6 m3

2. Hitung Volume Balokan

Menghitung volume balokan dengan benar juga menjadi salah satu cara menghitung kubikasi beton suatu bangunan. Sebab, pada perhitungan volume plat lantai tidak disebutkan tentang berapa volume balokan yang dimiliki oleh bangunan tersebut.

Jika dibandingkan dengan cara yang sebelumnya, maka cara menghitung volume balokan tergolong lebih rumit. Untuk memudahkan kalian dalam memahami cara ini, berikut kami bagikan contohnya:

Pak Surya memiliki 2 buah balok dari utara ke selatan dengan panjang bentangan yang sebesar 10 m. Sementara balok yang ada pada bagian timur ke barat berjumlah 3 buah dengan panjang bentangan yang sebesar 8 m. Balok dari utara ke selatan memiliki kedalaman 40 cm dan lebar 20 cm.

Ukuran ini juga sama dengan balok dari timur ke barat. Setelah mengetahui ukuran lebar dari semua sisi ini, hitung kubikasi betonnya dengan menggunakan cara di bawah ini:

  • Tingkat kedalaman = 40 cm = 0,4 m
  • Lebar = 20 cm = 0,2 m
  • Balok utara ke selatan (B1) = 0,4 x 9 x 0,2 x 2 = 1,44 m3
  • Balok timur ke barat (B2) = 0,4 x 9 x 0,2 x 3 = 2,16 m3
  • B1 + B2 = 1,44 + 2,16 = 3,6 m2

3. Hitung Volume Void

Apakah kamu pernah melihat komponen dalam konstruksi bangunan yang kosong? Ya, komponen itu adalah void. Biasanya, komponen dalam bangunan kosong ini dapat digunakan sebagai lubang tangga yang kokoh. Jadi, void dapat dikategorikan sebagai bagian yang tidak dicor.

Maka dari itu, void dalam bangunan dapat mengurangi volume plat lantai yang ada di dalamnya. Untuk memahami bagaimana cara menghitung kubikasi beton melalui volume void, berikut kami berikan salah satu contoh soalnya:

Ada sebuah bangunan yang memiliki void berukuran panjang 2 m, lebar 2,5 m, dan ketebalan 20 cm. Tingkat ketebalan dari komponen ini dapat dikonversikan menjadi satuan m, yaitu 0,2 m. Setelah itu, kalikan semua angka tersebut dengan rumus:

  • Panjang x Lebar x Ketebalan = 2 x 2,5 x 0,2 = 1 m3

4. Gabungkan Seluruh Penjumlahan Sebelumnya

Untuk mengakhiri proses perhitungan kubikasi beton bangunan ini, kamu bisa menjumlahkan seluruh hasil dari perhitungan sebelumnya. Nantinya, kamu bisa menjumlahkan semua hasilnya dengan menggunakan rumus:

Volume beton yang dibutuhkan dalam satu bangunan (V) = Volume plat lantai + Volume balokan + Volume void

  • V = 9,6 + 3,6 + 1 = 14,2 m3

Setelah menghitung kubikasi beton ini dengan benar, maka kamu bisa menemukan berapa jumlah volume beton yang dibutuhkan, yaitu 14,2 m3.

Cara Menghitung Kubikasi Beton untuk Pembangunan Jalan

Beton tidak hanya bisa digunakan untuk membangun properti seperti gedung, rumah, ruko, dan lain sebagainya, tapi juga bisa digunakan untuk membangun jalan raya. Biasanya, jalanan yang dibangun dengan menggunakan beton memiliki harga yang lebih murah dibanding jalanan aspal.

Setiap pembangunan jalan akan membutuhkan ukuran beton yang berbeda-beda, sehingga kamu harus menghitungnya dengan cara yang tepat. Untuk menghitung kebutuhan beton pada proses pembangunan jalan, gunakan rumus berikut ini:

  • P x L x T

Cara Menentukan Kebutuhan Truck Mixer Beton untuk Proses Pembangunan

Setelah memahami tentang beberapa cara yang ada di atas, sekarang kamu juga perlu mengetahui tentang bagaimana cara menentukan kebutuhan truck mixer beton untuk proses pembangunan. Sebab, ukuran truck mixer beton yang akan digunakan harus disesuaikan dengan ukuran betonnya.

Maka dari itu, hitung terlebih dahulu kebutuhan ukuran truck mixer beton kalian dengan membagi jumlah kebutuhan kubikasi beton yang sesuai dengan ukuran tersebut. Pada dasarnya, saat ini sudah ada 3 jenis ukuran truck mixer beton yang bisa dipilih, yaitu 7 m3, 9 m3, 12 m3.

Semua penghitungan ini wajib dilakukan dan diperhatikan dengan baik, karena beton termasuk salah satu material bangunan yang paling utama. Dengan melakukan beberapa rumus yang ada di atas, kamu bisa lebih mudah untuk mengetahui berapa total beton yang sesuai kebutuhan bangunan.

Cara menghitung kubikasi beton yang benar harus diketahui sebelum membuat campuran beton untuk sebuah bangunan tertentu. Selain itu, pastikan untuk menggunakan truck mixer beton yang sesuai kebutuhan juga agar proses pembangunan bisa berjalan secara lebih lancar dan cepat.

Pastikan tidak terjadi kesalahan pada saat menghitungnya, karena itu dapat memengaruhi kualitas pembangunan yang sedang dilakukan.

Baca Juga: